「侮辱表現(ぶじょくひょうげん)」tuturan hinaan dikelompokkan menurut bentuk berdasarkan teori Allan dan Burridge (2006). Sementara itu bentuk「罵(ののし)り表現(ひょうげん)」tuturan umpatan dikelompokkan berdasarkan teori Andersson (dalam Karjalainen, 2002). Pengelompokan konteks emotif berdasarkan teori Boeree (2008) dan fungsi tindak tutur berdasarkan teori Searle (dalam Leech, 1993).
三池 崇史の「クローズゼロ」の続編1と2における侮辱表現と罵り表現の機能
(発話行為のアプローチ)
フスヌル・ハミデイヤー
要旨
この研究は、知覚に基づいている、侮辱表現と罵り表現には感情の表現としての使用だけでなく、表示や指示のための使用もある。本研究は、以下の三つの問題に焦点を当てた:
1. 三池崇史のクローズゼロの続編1と2における、侮辱表現と罵り表現の形態はどういうものなのか?
2. 感情的なコンテキストと発話行為の機能はどういうものなのか?
3. 三池崇史のクローズゼロの続編1と2における、使用頻度と使用率はどういうものなのか?
侮辱表現の形態はAllanとBurridge(2006)の理論によって分類されている。一方、罵り表現の形態 はAnderssonの理論によって分類されている(Karjalainen, 2002)。感情的なコンテキストはBoeree(2008)に基づいてグループ化され、発話行為の機能はSearle(Leech、1993)の理論に基づく。本研究では文献調査と記述分析法を使用した。
データソースはクローズゼロの続編1と2から取った。本研究のデータはコンテキストに関係ある発話の50の侮辱表現と罵り表現のデータで説明される。そこで本研究は文献レビューと記述分析法のメソッドを使用する。
その結果、侮辱表現と罵り表現の感情的なコンテキストはショック(2%)、怒り(90%)、悲しみ(2%)、欲望(2%)、幸福(4%)であることがわかった。発話行為の機能は、自己主張の結果を示す機能(22%)、指示の機能(16%)、と表出の機能(62%)である。
No 形態 表現 使用頻度 使用率
FUNGSI「侮辱表現(ぶじょくひょうげん)」TUTURAN HINAAN DAN「罵(ののし)り表現(ひょうげん)」TUTURAN UMPATAN DALAM FILM SEKUEL
CROWS ZERO 1 DAN 2 KARYA TAKASHI MIIKE
(PENDEKATAN TINDAK TUTUR)
Husnul Hamidiyah
ABSTRAK
Penelitian ini didasari oleh persepsi bahwa 「侮辱表現(ぶじょくひょうげん)」tuturan hinaan dan 「罵(ののし)り表現(ひょうげん)」tuturan umpatan tidak hanya berfungsi ekspresif, namun juga berfungsi asertif dan direktif. Agar permasalahan penelitian ini dapat terfokus maka ditentukan tiga rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah bentuk「侮辱表現(ぶじょくひょうげん)」tuturan hinaan dan「罵(ののし)り表現(ひょうげん)」tuturan umpatan yang terdapat dalam film sekuel Crows Zero 1 dan 2, karya Takashi Miike?
2. Bagaimanakah konteks emotif dan fungsi tindak tutur「侮辱表現(ぶじょくひょうげん)」tuturan hinaan dan「罵(ののし)り表現(ひょうげん)」tuturan umpatan?
3. Bagaimanakah frekuensi dan persentase kemunculan 「侮辱表現(ぶじょくひょうげん)」tuturan hinaan dan「罵(ののし)り表現(ひょうげん)」tuturan umpatan dalam film sekuel Crows Zero 1 dan 2, karya Takashi Miike?
「侮辱表現(ぶじょくひょうげん)」tuturan hinaan dikelompokkan menurut bentuk berdasarkan teori Allan dan Burridge (2006). Sementara itu bentuk「罵(ののし)り表現(ひょうげん)」tuturan umpatan dikelompokkan berdasarkan teori Andersson (dalam Karjalainen, 2002). Pengelompokan konteks emotif berdasarkan teori Boeree (2008) dan fungsi tindak tutur berdasarkan teori Searle (dalam Leech, 1993).
Sumber data yaitu film sekuel Crows Zero 1 dan 2. Data penelitian ini adalah 50 data「侮辱表現(ぶじょくひょうげん)」tuturan hinaan dan 「罵(ののし)り表現(ひょうげん)」tuturan umpatan yang dideskripsikan dan dikaitkan dengan konteks guna mendapatkan gambaran makna tuturan. Sehingga penelitian ini menggunakan metode telaah pustaka dan metode analisis deskriptif kualitatif .
Hasil analisis menunjukkan bahwa konteks「侮辱表現(ぶじょくひょうげん)」tuturan hinaan dan 「罵(ののし)り表現(ひょうげん)」tuturan umpatan adalah dalam wujud emosi kejutan (2%), marah (90%), sedih (2%), keinginan (2%), kebahagiaan (4%). Sedangkan fungsi tindak tutur menunjukkan hasil yaitu fungsi asertif (22%), fungsi direktif (16%), dan fungsi ekspresif (62%).
3 komentar:
menarik, tapi kok gk ada isinya?
okay, lain kali saya post abstraksinya..
arigatou ^_^
senpai,,, teori2 nya ada di perpus kah??? aku kohai 2008
Posting Komentar