Kamis, 08 Maret 2012

Bekas lubang paku tak akan bisa kembali seperti semula, sebagaimana luka di hati... ^^,

oleh Dyah Hamidiyah pada 19 Mei 2010 pukul 1:19 ·

Tiba-tiba saja, terpikir cerita seseorang yang terkenang di hati saya..
Rasanya, setiap kali amarah itu muncul, ingin sekali menyembuhkannya, sepertinya manusia membutuhkan siraman rohani agar dia tak jauh dari TuhanNya..
Saya sangat senang terhadap seseorang yang selalu positif, positif, positif, meredam amarah..
Cukup sulit untuk melakukannya, namun seperti kata pepatah "Mau jadi orang baik atau orang jahat?"

Saya tidak ingin menjadi orang jahat, saya terkenang suatu kisah yang diceritakan seseorang yang sangat berarti di hati saya, kurang lebih ceritanya seperti ini..



Seorang Ayah memberi anaknya sekantung penuh paku,dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali sang anak kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama sang anak memaku 37 batang paku di pagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar..

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar.

Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata :

Anakku, ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar.

Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka..

Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya sama perihnya seperti luka fisik..
Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka..
Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat..
Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu..

Walaupun dalam perjalanan persahabatan, pernah timbul rasa amarah, semoga persahabatan Anda semua indah, awet hingga di surga.. amin.. Mari menuai kedamaian hati.. ^_^

Tidak ada komentar: